Cirebon, 20 September 2025 – Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Cirebon mengadakan Seminar Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Terpadu ke-8 Tahun 2025 melalui penyelenggaraan seminar bertema “Pengembangan Sumber Daya Manusia Berbasis Potensi Daerah melalui Program Kampus Berdampak”. Acara ini dibuka langsung oleh Rektor Untag Cirebon, Dr. Hj. Erna, Dra., M.Si, bersama jajaran pimpinan universitas, menandai dimulainya rangkaian program pengabdian masyarakat yang melibatkan mahasiswa secara aktif di wilayah Kota Cirebon.
Seminar ini menghadirkan tiga narasumber utama yang telah dipastikan hadir, yakni Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Dr. Drs. H. Agus Mulyadi, M.Si, perwakilan Polres Kota Cirebon, AKP Sudarsono, serta seorang developer wirausaha, Cokro Mardiyanto. Kehadiran ketiga narasumber tersebut mencerminkan sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, serta dunia usaha dalam mendukung penguatan kapasitas mahasiswa sekaligus mendorong pembangunan berbasis potensi lokal.

Dalam sambutannya, Rektor Untag Cirebon, Dr. Hj. Erna, Dra., M.Si, menegaskan bahwa KKM bukan hanya merupakan kewajiban akademik mahasiswa, melainkan sebuah wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk masyarakat. “Untag Cirebon berkomitmen membangun kerja sama lintas sektor guna menciptakan kebermanfaatan yang berkelanjutan, khususnya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di tingkat kelurahan,” ujarnya.

Program KKM Terpadu ke-8 tahun ini menitikberatkan pada Kelurahan Kalijaga dan Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon. Kedua wilayah tersebut dipilih karena memiliki potensi lokal yang dapat dikembangkan, sekaligus tantangan sosial yang membutuhkan perhatian dari dunia akademik. Melalui kehadiran mahasiswa, diharapkan akan muncul inovasi, pemberdayaan, serta peningkatan partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan potensi daerahnya.
Dalam paparannya, Dr. Drs. H. Agus Mulyadi, M.Si menyampaikan apresiasi kepada Untag Cirebon atas konsistensinya dalam mendukung program pembangunan daerah. “Kami menyambut baik kolaborasi ini. Mahasiswa memiliki energi dan kreativitas yang perlu diarahkan untuk membantu pemerintah daerah dalam memajukan potensi yang ada di masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, AKP Sudarsono menekankan pentingnya menjaga keamanan dan kondusivitas lingkungan sebagai pondasi pembangunan. “Keberhasilan program pemberdayaan masyarakat tidak lepas dari terciptanya rasa aman. Polres Kota Cirebon siap mendukung dan bersinergi agar kegiatan mahasiswa dapat berjalan lancar dan memberi manfaat luas,” jelasnya. Narasumber ketiga, Cokro Mardiyanto, memberikan wawasan mengenai strategi pengembangan ekonomi berbasis inovasi dan kewirausahaan lokal. “Potensi daerah harus dikelola dengan pendekatan kewirausahaan. Mahasiswa dapat menjadi agen perubahan dengan menghadirkan ide-ide kreatif untuk membuka peluang usaha baru bagi masyarakat,” tuturnya.

Dengan semangat Kampus Berdampak, kegiatan KKM Terpadu Untag Cirebon diharapkan tidak hanya memberi pengalaman belajar kontekstual bagi mahasiswa, tetapi juga melahirkan solusi konkret yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah sasaran.

