CIREBON – Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Cirebon secara resmi melepas sekitar 200 mahasiswa untuk melaksanakan program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Terpadu Ke-9 Tahun 2026. Pelepasan secara simbolis tersebut dilangsungkan pada Jumat, 17 Juli 2026, di Gedung Ki Hajar Dewantara.
Para peserta KKM yang melibatkan mahasiswa dari enam fakultas berbeda di lingkungan UNTAG Cirebon ini dijadwalkan mengabdi selama satu bulan penuh di wilayah Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, terhitung mulai tanggal 17 Juli hingga 17 Agustus 2026.
Rektor UNTAG Cirebon, Dr. Hj. Erna, M.Si., menjelaskan bahwa KKM Terpadu ke-9 ini merupakan agenda akademik tahunan yang wajib diselenggarakan oleh universitas sebagai bentuk nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kendati demikian, beliau menekankan adanya perbedaan dan fokus yang lebih spesifik pada pelaksanaan tahun ini dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.
Dalam arahannya, Rektor menyampaikan bahwa mahasiswa dituntut untuk tidak hanya sekadar membaur atau mengikuti aktivitas rutin warga lokal. Lebih dari itu, para peserta wajib menggali potensi yang ada di tiap desa guna merancang program kerja yang inovatif, berdampak nyata, serta berkelanjutan (sustainable) bagi warga setempat. Program yang digagas diharapkan tidak bersifat momentum semata yang selesai begitu saja saat masa KKM berakhir, melainkan dapat terus dikembangkan secara berkesinambungan oleh masyarakat.
Selain fokus pada pemberdayaan jangka panjang, poin pembeda utama pada KKM tahun ini adalah kewajiban penyusunan penelitian ilmiah. Setiap kelompok mahasiswa bersama dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) diwajibkan untuk melaksanakan riset selama berada di lokasi pengabdian. Nantinya, hasil penelitian tersebut wajib dipublikasikan ke dalam jurnal ilmiah sebagai bentuk kontribusi akademik nyata bagi pengembangan daerah.
Usai prosesi pelepasan di kampus, rombongan mahasiswa langsung bergerak menuju Kecamatan Dukupuntang untuk mengikuti pembukaan resmi di tingkat kecamatan sekaligus mulai melakukan pemetaan potensi di masing-masing desa penempatan.

