CIREBON, Senin 30 Maret 2026 – Mengusung semangat pembaruan pasca-Ramadan, Keluarga Besar Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Cirebon menggelar acara Halalbihalal Hari Raya Idul Fitri 1447 H pada Senin, 30 Maret 2026. Dengan semboyan “UNTAG’45 CIREBON Lebih Maju, Bisa, Pasti Bisa !!”, acara ini menjadi momentum krusial untuk mempererat silaturahmi dan menyatukan visi seluruh civitas akademika.

Rektor UNTAG: Institusi Adalah Sebuah Simfoni
Dalam sambutannya, Rektor UNTAG Cirebon menekankan bahwa keberhasilan universitas tidak ditentukan oleh individu, melainkan oleh harmoni kolektif. Beliau menggunakan metafora Simfoni untuk menggambarkan kerja sama tim.
“Keindahan simfoni tidak akan tercipta jika masing-masing alat musik bermain sendiri-sendiri tanpa keselarasan. Begitu pula UNTAG, kita adalah pilar-pilar yang harus saling menguatkan,” ujar Rektor.
Beliau juga mengingatkan pentingnya melandasi kerja sama dengan nilai-nilai religius, merujuk pada QS. Al-Maidah ayat 2 tentang tolong-menolong dalam kebaikan. Halalbihalal ini diharapkan menjadi titik nol untuk menghapus ego sektoral dan prasangka, demi membangun pondasi institusi yang kokoh seperti bangunan yang saling mengunci.

Tausiyah: Transformasi “Puasa Ulat” dan Hakikat Zuhud
Acara semakin khidmat dengan tausiyah yang disampaikan oleh penceramah tamu. Beliau memaparkan dua poin esensial bagi civitas akademika:
Analogi Ulat vs Ular: Penceramah mengajak hadirin meniru “puasa ulat” yang menghasilkan transformasi menjadi kupu-kupu yang indah dan bermanfaat (penyerbuk), bukan “puasa ular” yang hanya berganti kulit namun tetap dengan sifat buas yang sama.
Filosofi Zuhud: Mengambil hikmah dari Pesantren Lirboyo, zuhud dimaknai sebagai semangat kerja keras untuk meraih hasil maksimal, namun tetap bersikap dermawan dan tidak serakah dengan membagikan kelebihan tersebut kepada sesama.

Komitmen Menuju Masa Depan Gemilang
Acara yang dihadiri oleh jajaran Yayasan Pendidikan Universitas Cirebon (YPUC), dosen, tenaga kependidikan, Perwakilan BEM hingga perwakilan organisasi mahasiswa (Ormawa) ini ditutup dengan doa bersama, saling bersalaman serta makan bersama di gedung Ki Hajar Dewantara.





