Kabupaten Cirebon memiliki potensi luar biasa dalam sektor kelautan dan perikanan yang kini tengah dikembangkan melalui diversifikasi produk berbasis kearifan lokal. Produk unggulan seperti rajungan, terasi, garam, ikan asin mencerminkan kekayaan budaya lokal, tetapi juga menjadi sumber penguatan ekonomi masyarakat pesisir. Di berbagai desa seperti Waruduwur, masyarakat dapat mulai mengembangkan produk bernilai tambah seperti kitin-kitosan dari limbah rajungan untuk industri kesehatan dan kecantikan, serta limbah kerang hijau yang dapat diarahkan menjadi bahan bangunan atau kerajinan.

Upaya ini melibatkan dukungan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Barat, Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, hingga akademisi UNTAG ’45 Cirebon yang berperan dalam penguatan kelembagaan, dan peningkatan kualitas produk. Meskipun masih dihadapkan pada tantangan seperti keterbatasan fasilitas, alat tangkap ramah lingkungan, dan kendala sosial dalam pembangunan infrastruktur, kolaborasi multipihak ini terus mendorong peningkatan daya saing dan kesejahteraan masyarakat pesisir. Dengan pendekatan yang berkelanjutan dan berbasis kearifan lokal, Cirebon berpeluang besar menjadi sentra ekonomi maritim regional, sekaligus menjadi model pembangunan pesisir berbasis budaya dan inovasi.

