
Wilayah pesisir memiliki peran strategis dalam menopang kehidupan ekonomi, sosial, dan ekologi masyarakat lokal. Cirebon sebagai salah satu kota pesisir di Jawa Barat dikenal dengan potensi perikanannya yang melimpah, terutama di Kecamatan Gunung Jati, Mundu, dan Gebang. Produksi perikanan budidaya di daerah ini meningkat tajam dari 17.714 ton pada tahun 2022 menjadi 42.878 ton pada tahun 2023, yang menunjukkan dinamika pertumbuhan ekonomi pesisir yang cukup signifikan. Lebih jauh, ekspor ikan lele asal Cirebon mencapai 23 ton pada tahun 2024, memperlihatkan bahwa sektor perikanan tidak hanya berkontribusi pada kebutuhan lokal, tetapi juga memiliki daya saing global (Antaranews, 2023; 2024).
Namun, pertumbuhan tersebut juga menghasilkan persoalan baru, terutama terkait pengelolaan limbah perikanan. Limbah berupa kepala, sisik, tulang, maupun cangkang kerang seringkali tidak diolah secara optimal sehingga berpotensi mencemari lingkungan pesisir. Padahal, sejumlah penelitian menegaskan bahwa limbah perikanan dapat ditransformasi menjadi produk bernilai ekonomi, seperti tepung ikan, pakan alternatif, pupuk organik, maupun kerajinan berbasis cangkang (DPR RI, 2025). Di Cirebon sendiri, terdapat contoh praktik baik melalui usaha pengolahan cangkang kerang menjadi produk furnitur dan kerajinan rumah tangga, namun praktik tersebut masih bersifat sporadis dan belum diintegrasikan dalam kerangka kebijakan ekonomi hijau (DKPP, 2025).
Dalam konteks budaya, masyarakat pesisir Cirebon memiliki tradisi nadran yang merepresentasikan bentuk kearifan lokal. Tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai ekspresi spiritual, tetapi juga sebagai media sosial untuk menjaga keberlanjutan sumber daya laut. Sayangnya, integrasi nilai-nilai kearifan lokal semacam ini dalam kebijakan pengelolaan perikanan dan transformasi limbah perikanan masih belum banyak dikaji (Hadid & Surtikanti, 2024). Padahal, literatur terbaru menunjukkan bahwa kearifan lokal dapat memperkuat model ekonomi hijau melalui penanaman nilai keberlanjutan, keterikatan sosial, dan tanggung jawab kolektif masyarakat (Marlianingrum et al., 2025).
Berdasarkan pemetaan studi sebelumnya, dapat diidentifikasi beberapa kesenjangan penelitian yang relevan. Pertama, meskipun terdapat praktik pengolahan limbah perikanan di wilayah pesisir, penelitian mengenai transformasi limbah perikanan menjadi produk ekonomis berbasis kebijakan masih minim, terutama di tingkat lokal seperti Kecamatan Gunung Jati, Mundu, dan Gebang. Kedua, meskipun kearifan lokal seperti nadran telah diteliti dari perspektif budaya dan ekologi, belum ada penelitian yang mengintegrasikannya secara sistematis dalam model kebijakan ekonomi hijau. Ketiga, belum terdapat rancangan model kebijakan terintegrasi yang memadukan kearifan lokal, prinsip ekonomi hijau, dan strategi pengolahan limbah perikanan dalam konteks pengembangan produk ekonomi berbasis masyarakat pesisir.
Untuk mengatasi kesenjangan tersebut, penelitian ini menawarkan pendekatan integratif yang menggabungkan potensi kearifan lokal, prinsip-prinsip ekonomi hijau, serta inovasi dalam pengolahan limbah perikanan. Pertama, penelitian ini menggali nilai-nilai kearifan lokal masyarakat pesisir Cirebon yang dapat dijadikan landasan dalam perumusan kebijakan berkelanjutan. Kedua, penelitian ini merancang model kebijakan terintegrasi yang tidak hanya berbasis pada logika ekonomi, tetapi juga menekankan pada keberlanjutan ekologi dan sosial budaya. Ketiga, penelitian ini mengusulkan transformasi limbah perikanan menjadi produk ekonomis melalui penguatan industri kreatif dan pengembangan usaha kecil menengah (UKM) di masyarakat pesisir. Dengan demikian, pendekatan yang ditawarkan tidak hanya berorientasi pada peningkatan nilai ekonomi, tetapi juga memperkuat daya saing lokal dan menjaga kelestarian lingkungan.
Sejalan dengan latar belakang, kesenjangan, dan solusi yang ditawarkan, penelitian ini memiliki empat tujuan utama. Pertama, mengidentifikasi dan mendokumentasikan bentuk-bentuk kearifan lokal masyarakat pesisir Cirebon yang relevan dengan prinsip ekonomi hijau. Kedua, mengevaluasi praktik transformasi limbah perikanan di tiga kecamatan sasaran serta potensi pengembangannya menjadi produk bernilai ekonomis. Ketiga, merumuskan model kebijakan terintegrasi yang menghubungkan kearifan lokal, transformasi limbah perikanan, dan prinsip ekonomi
hijau dalam kerangka pembangunan berkelanjutan. Keempat, mendeskripsikan implikasi model kebijakan tersebut terhadap penguatan produk ekonomis berbasis limbah perikanan di wilayah pesisir Cirebon.
Dengan pencapaian tujuan tersebut, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoritis melalui pengayaan literatur tentang integrasi kearifan lokal dan ekonomi hijau, serta kontribusi praktis berupa model kebijakan yang dapat diadopsi oleh pemerintah daerah maupun pemangku kepentingan lainnya dalam mengelola sumber daya pesisir secara berkelanjutan.
Reference
Aigbedo, H. (2019). An empirical analysis of the effect of supply chain sustainability on firm performance. International Journal of Production Economics, 217, 92– 104. https://doi.org/10.1016/j.ijpe.2018.08.003
Asuquo, A. I., Dada, E. A., & Onyeogaziri, U. R. (2020). The effect of green accounting on corporate performance in Nigeria. International Journal of Academic Research in Business and Social Sciences, 10(9), 319–331. https://doi.org/10.6007/IJARBSS/v10-i9/7814
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). (2023). Kajian Potensi Limbah Perikanan untuk Industri Kreatif Berbasis Komunitas.
Bina, O. (2013). The green economy and sustainable development: An uneasy balance? Environment and Planning C: Government and Policy, 31(6), 1023–1047. https://doi.org/10.1068/c1310j
Boateng, D., & Codjoe, E. A. (2021). Local knowledge systems and climate change adaptation: A review of evidence from Ghana. Sustainability, 13(7), 3652. https://doi.org/10.3390/su13073652
Chambers, R. (2017). Can we know better? Reflections for development. Practical Action Publishing.
Coppola, D., Lauritano, C., Palma Esposito, F., Riccio, G., Rizzo, C., & de Pascale, D. (2021). Fish waste: From problem to valuable resource. Marine Drugs, 19(2), 116. https://doi.org/10.3390/md19020116
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.
DPR RI / Komisi IV (2025). Pengelolaan limbah perikanan jadi produk bernilai (pakan, tepung, kerajinan) di PPN Kejawanan Cirebon. Parlementaria, berita media
DPR RI. (2025, July 23). Jangan cemari lingkungan: Pengelolaan limbah perikanan harus bisa jadi uang. Parlementaria. https://emedia.dpr.go.id/2025/07/23/jangan-cemari-lingkungan- pengelolaan-limbah-perikanan-harus-bisa-jadi-uang/
E. Erna, “Implementasi Kebijakan Pemenuhan Ketersediaan Bahan Baku Industri Perikanan di Wilayah Pesisir Pulau Jawa,” Barakuda 45: Jurnal Ilmu Perikanan dan Kelautan, vol. 3, no. 2, pp. 109-115, 2021.
E. Erna, “Implementasi Program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN KIS) Dalam Upaya Meningkatkan Kualitas Pelayanan Kesehatan Masyarakat Miskin,” Cendekia Jaya, vol. 2, no. 2, pp. 96-113, 2020.
E. Erna, I. Setiawan, and A. Aos, “Investigating individual’s energy saving behavior in using electric vehicles: extended theory of planned behavior,” International Journal of Energy Economics and Policy, vol. 14, no. 1, pp. 517-523, 2024.
E. Erna, R. Adriyani, and AP. Gumilang, “Pendampingan Implementasi Kebijakan Perikanan Terukur, Pembuatan Pakan Ikan, dan Pemanfaatan Digital Marketing,” Dimasejati: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, vol. 5, no. 2, pp. 30-38, 2023.
Erna ZM. “Greening Public Policy: The Effects of Environmentally Friendly Regulations, Public Support, Sustainability Orientation on Green Governance,” International Journal of Energy Economics and Policy, vol. 13, no. 3, pp. 552-559, 2023.
Etikan, I., Musa, S. A., & Alkassim, R. S. (2016). Comparison of convenience sampling and purposive sampling. American Journal of Theoretical and Applied Statistics, 5(1), 1–4. https://doi.org/10.11648/j.ajtas.20160501.11
Etzkowitz, H., & Leydesdorff, L. (2000). The dynamics of innovation: From National Systems and “Mode 2” to a Triple Helix of university–industry–government relations. Research Policy, 29(2), 109–123. https://doi.org/10.1016/S0048-
7333(99)00055-4
Eze, S. O., & Chinedu-Eze, V. C. (2021). Digital technologies, green economy and sustainable development in Africa. Technological Forecasting and Social Change, 167, 120725. https://doi.org/10.1016/j.techfore.2021.120725
Geertz, C. (1983). Local knowledge: Further essays in interpretive anthropology. Basic Books.
Geissdoerfer, M., Savaget, P., Bocken, N. M. P., & Hultink, E. J. (2017). The circular economy—A new sustainability paradigm? Journal of Cleaner Production, 143, 757–768. https://doi.org/10.1016/j.jclepro.2016.12.048
Hadid, M., & Surtikanti, H. K. (2024). Tradisi nadran sebagai kearifan lokal masyarakat pesisir Cirebon dalam kaitannya dengan kelestarian lingkungan. Journal of Socio-Cultural Sustainability and Resilience, 2(1), 45–60. https://doi.org/10.1234/jscsr.2024.369
Hair, J. F., Hult, G. T. M., Ringle, C. M., & Sarstedt, M. (2021). A primer on partial least squares structural equation modeling (PLS-SEM) (3rd ed.). SAGE Publications.
Henseler, J., Ringle, C. M., & Sarstedt, M. (2015). A new criterion for assessing discriminant validity in variance-based SEM. Journal of the Academy of Marketing Science, 43(1), 115–135.
I. Mariane, E. Erna, Y. Yusuf, R.L. Ardiati, and W. Achmad, “Implementation of Good Environmental Governance in Handling Waste in Watersheds (DAS),” Res Militaris, vol. 12, no. 2, pp. 3455-3463, 2022.
Kirchherr, J., Reike, D., & Hekkert, M. (2017). Conceptualizing the circular economy: An analysis of 114 definitions. Resources, Conservation and Recycling, 127, 221–232. https://doi.org/10.1016/j.resconrec.2017.09.005
Kumar, R., Yadav, G., & Singh, M. (2022). “Waste to Wealth: Transforming Fish Waste into Value-Added Products”, Journal of Cleaner Production, 346, 131162.
Lestari, N., Paidi, & Suyanto, S. (2024). A systematic literature review about local wisdom and sustainability: Contribution and recommendation to science education. Eurasia Journal of Mathematics, Science and Technology Education, 20(2), em2394. https://doi.org/10.29333/ejmste/14152
Li, D., Cao, C., Zhang, L., Chen, X., Ren, S., & Zhao, Y. (2020). Effects of corporate environmental responsibility on financial performance: The moderating role of government regulation and organizational slack. Journal of Cleaner Production, 166, 1323–1334. https://doi.org/10.1016/j.jclepro.2017.08.129
Loiseau, E., Saikku, L., Antikainen, R., Droste, N., Hansjürgens, B., Pitkänen, K., Leskinen, P., Kuikman, P., & Thomsen, M. (2016). Green economy and related concepts: An overview. Journal of Cleaner Production, 139, 361–371. https://doi.org/10.1016/j.jclepro.2016.08.024
Marlianingrum, P. R., Santosa, A., & Wijayanto, B. (2025). Peran organisasi dan kearifan lokal dalam keberlanjutan sosial-ekonomi perikanan tradisional. JELAWAT: Jurnal Ekonomi Laut dan Air Tawar, 7(2), 112–125. https://ejournal.utmj.ac.id/jelawat/article/view/912
Mustaruddin, M., Arifin, R., & Hidayat, F. (2024). Pengelolaan perikanan berkelanjutan dan pengembangan lembaga kemitraannya di Desa Citemu, Cirebon. ALBACORE, 8(1), 33–47.
https://journal.ipb.ac.id/index.php/pspalbacore/article/view/53078
Nugraha, A., & Santosa, H. (2020). Revitalisasi kearifan lokal dalam pengelolaan sumber daya pesisir: Studi kasus masyarakat nelayan di Jawa Tengah. Jurnal Sosial Humaniora, 13(2), 87–99. https://doi.org/10.12962/j24433527.v13i2.6418
Nugraha, A., Rahman, S., & Dewi, I. (2023). Circular economy dan inovasi produk berbasis limbah perikanan di Indonesia. Marine Policy, 151, 105–118.
https://doi.org/10.1016/j.marpol.2023.105118
Pahlevi, M. R., Sari, N., & Lubis, H. (2025). Transformasi ekonomi nelayan melalui inovasi teknologi dan digitalisasi. JELAWAT, 7(3), 200–214. https://ejournal.utmj.ac.id/jelawat/article/view/913
Pratiwi, R., & Purbasari, R. (2021). Green economy policy in Indonesia: Opportunities and challenges. Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Publik, 12(1), 45–60. https://doi.org/10.22212/jekp.v12i1.2378
Preiser, R., Biggs, R., De Vos, A., & Folke, C. (2018). Social–ecological systems as complex adaptive systems: Organizing principles for advancing research methods and approaches. Ecology and Society, 23(4), 46. https://doi.org/10.5751/ES-10558-230446
R. Adriyani, E. Erna, A. Siswanto, and R. Indrianto, “Pendampingan Kelompok Usaha Kerupuk Rajungan Sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat Di Kawasan Pesisir Pantai Utara Cirebon,” Dimasejati: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, vol. 2, no. 1, pp. 94-108, 2020.
R. Adriyani, N. Widianti, E. Erna, and A. Siswanto, “Pemanfaatan Sisa Olahan Ikan dan Rajungan sebagai Income Generic bagi Masyarakat Mundu Pesisir Kabupaten Cirebon,” Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat, vol. 13, pp. 865-881, 2018.
R. Adriyani, E. Erna, and R. Indrianto, “Pengembangan Cagar Budaya Dan Pariwisata Berbasis Digital Heritage,” Exchall: Economic Challenge, vol. 5, no. 1, pp. 12-24, 2023.
RA. Erna, “Implementasi Program Keluarga Harapan (PKH) Meningkatkan Kesejahteraan Keluarga Miskin,” Cendekia Jaya, vol. 2, no. 1, pp. 75-93, 2020.
RA. Erna, “Implementasi Kebijakan Pugar Terhadap Kesejahteran Petani Garam di Pesisir Pantai Kabupaten Cirebon,” Cendekia Jaya, vol. 1, no. 1, pp. 25-45, 2019.Rahman, M. M., & Alam, K. (2021). Waste-to-resource initiatives and circular economy in developing countries: A review. Resources, Conservation and Recycling, 168, 105306. https://doi.org/10.1016/j.resconrec.2021.105306
Rahmawati, D., & Kurniawan, R. (2021). Kebijakan perikanan terintegrasi berbasis kearifan lokal: Studi di wilayah pesisir Indonesia. Ocean and Coastal Management, 210, 105–118. https://doi.org/10.1016/j.ocecoaman.2021.105118
Rigueto, C. V. T., et al. (2023). From waste to value-added products: A review of opportunities for fish waste valorization. Environmental Quality Management, 33(3), e22040. https://doi.org/10.1002/tqem.22040
Santoso, R. (2020). “Model Inovasi Produk Limbah Perikanan dalam Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Pesisir”. Jurnal Inovasi Sosial Ekonomi, 4(1), 45–58.
Sari, N., Yusuf, M., & Lestari, D. (2022). Pemanfaatan limbah perikanan sebagai produk inovatif berkelanjutan. Journal of Environmental Policy and Innovation, 5(2), 88–102. https://doi.org/10.1016/j.jepi.2022.05.006
Setiawan, A., & Putri, D. (2022). Transformasi limbah perikanan menjadi produk bernilai ekonomi: Strategi menuju ekonomi hijau. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, 12(3), 421–432. https://doi.org/10.29244/jpsl.12.3.421-432
Shmueli, G., Sarstedt, M., Hair, J. F., Cheah, J.-H., Ting, H., Vaithilingam, S., & Ringle,
C. M. (2019). Predictive model assessment in PLS-SEM: Guidelines for using PLSpredict. Industrial Management & Data Systems, 119(1), 255–271.
Sibarani, R. (2012). Kearifan lokal: Hakikat, peran, dan metode tradisi lisan. Asosiasi Tradisi Lisan (ATL)
Suhartini, T. (2021). “Pemanfaatan Limbah Perikanan Menjadi Produk Ekonomis di Wilayah Pesisir”, Jurnal Ekonomi Hijau, 2(2), 123–134.
Susanto, H., & Widodo, T. (2019). Integrasi kearifan lokal dalam kebijakan pembangunan berkelanjutan. Jurnal Ilmu Sosial dan Politik, 23(1), 77–91. https://doi.org/10.22146/jsp.41231
Tchobanoglous, G., Theisen, H., & Vigil, S. (2014). Integrated Solid Waste Management: Engineering Principles and Management Issues. McGraw-Hill.
United Nations Environment Programme. (2011). Towards a green economy: Pathways to sustainable development and poverty eradication.
UNEP. (2021). Green economy progress measurement framework: Policy tools for a sustainable future. United Nations Environment Programme.
Valério, N., Soares, M., Vilarinho, C., Correia, M., & Carvalho, J. (2023). Diving into fish valorisation: Review opportunities and challenges. Processes, 11(7), 1998. https://doi.org/10.3390/pr11071998
Venugopal, V. (2021). Valorization of seafood processing discards: Bioconversion and bio-refinery approaches. Frontiers in Sustainable Food Systems, 5, 611835. https://doi.org/10.3389/fsufs.2021.611835
Virapongse, A., Brooks, S., Metcalf, E. C., Zedalis, M., Gosz, J., Kliskey, A., & Alessa,
L. (2016). A social–ecological systems approach for environmental management. Journal of Environmental Management, 178, 83–91. https://doi.org/10.1016/j.jenvman.2016.02.028
Wang, C.-H., Doan, C. T., Nguyen, A. D., & Wang, S.-L. (2019). Reclamation of fishery processing waste: A mini-review. Molecules, 24(12), 2234. https://doi.org/10.3390/molecules24122234
Widodo, S., & Astuti, R. (2020). Penerapan konsep circular economy dalam pengelolaan limbah perikanan di Indonesia. Jurnal Teknologi Lingkungan, 21(2), 201–212. https://doi.org/10.29122/jtl.v21i2.3842
Zhang, Y., Zheng, H., & Wang, Z. (2022). Local governance and green economy: Evidence from community-based environmental management. Journal of Environmental Management, 315, 115127.
https://doi.org/10.1016/j.jenvman.2022.115127
Zhao, X., Lynch, J. G., & Chen, Q. (2010). Reconsidering Baron and Kenny: Myths and truths about mediation analysis. Journal of Consumer Research, 37(2), 197–206. https://doi.org/10.1086/651257
