BANDUNG – Langkah nyata dalam meningkatkan kualitas Tri Dharma Perguruan Tinggi terus dilakukan oleh Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Cirebon. Pada Selasa, 12 Mei 2026, UNTAG Cirebon secara resmi menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang berlangsung di Gedung Rektorat Kampus UNPAR, Bandung.

Prosesi penandatanganan ini dihadiri langsung oleh Rektor UNTAG Cirebon yang bertolak dari Cirebon didampingi oleh delegasi universitas, di antaranya Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), perwakilan bidang kemahasiswaan, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNTAG Cirebon, serta sejumlah perwakilan mahasiswa lainnya.
Fokus pada Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Kerja sama ini menjadi tonggak baru bagi kedua institusi untuk saling berkolaborasi dalam berbagai bidang. Dalam waktu dekat, implementasi dari nota kesepahaman ini akan dititikberatkan pada sektor Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. Menindaklanjuti arahan dari Rektor kedua universitas, LPPM UNTAG Cirebon dan LPPM UNPAR akan segera menyusun Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang lebih teknis. Langkah ini diambil agar program-program riset kolaboratif dan aksi pengabdian di lapangan dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

Pelibatan Aktif Mahasiswa
Selain aspek penelitian, poin penting dalam kerja sama ini adalah penempatan mahasiswa sebagai bagian yang tidak terpisahkan. Kehadiran perwakilan BEM dan delegasi mahasiswa dalam acara penandatanganan ini menegaskan komitmen kedua kampus untuk melibatkan mahasiswa secara aktif dalam implementasi program di lapangan.

Kolaborasi ini diharapkan dapat membuka peluang bagi mahasiswa untuk bertukar ilmu, pengalaman, serta terlibat dalam proyek-proyek sosial yang berdampak positif. Melalui sinergi antara kampus di Cirebon dan Bandung ini, kedua belah pihak optimistis dapat memberikan kontribusi yang lebih besar dan nyata bagi pembangunan bangsa serta kesejahteraan masyarakat.

